LinkShare  Referral  Prg

Popular Posts

Showing posts with label Sirah Sahabat. Show all posts
Showing posts with label Sirah Sahabat. Show all posts

5/02/2009

Kesabaran Nabi dan para sahabat menahan lapar

Abu Nuaim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra katanya, pernah pada
suatu hari aku lihat Nabi saw sedang solat duduk maka aku bertanya pada
beliau, "Apakah sebabnya engkau shalat duduk ya Rasulullah?" Jawab
beliau, "Aku tak kuat berdiri karena lapar." Mendengar jawapan Nabi saw
ini, Abu Hurairah ra menangis dan Nabi saw berkata, "Hai Abu
Hurairah janganlah kamu menangis, sesungguhnya sulitnya hisab di hari
kiamat tidak sebanding dengan kesulitan lapar di atas dunia."

Pada suatu hari Nabi saw pernah merasa lapar maka beliau meletakkan
batu pada perut beliau seraya berkata, "Adakalanya seorang yang kenyang
dan hidup mewah di dunia ini kelak akan lapar dan telanjang di hari
kiamat, dan adakalanya pula orang yang hina di dunia ini kelak akan
mulia di hari kiamat."

Sa’ad bin Abi Waqas berkata, "Ketika kami masih di Mekah bersama
Nabi saw, kami telah biasa menghadapi lapar, karena itu setiap kali
mendapatkan ujian kami akan bersabar."

Dari Abu Hurairah dia menceritakan: Pada suatu hari aku merasa
sangat lapar sehingga terpaksa mengganjal perutku dengan batu. Aku
diajak oleh Rasulullah saw masuk ke rumahnya. Di sana terdapat segelas
susu, Rasulullah saw bertanya kepada orang yang di rumah, "Dari manakah
segelas susu ini?" Kata mereka, "Susu ini adalah pemberian
seseorang." Kemudian Nabi menyuruhku untuk memanggil para ahli Suffa
yang tinggal di serambi masjid (mereka adalah tamu Islam yang tidak
punya harta dan keluarga. Jika Nabi mendapat hadiah dari seseorang maka
beliau mengambil sebagian sedang sebagian yang lain diberikan kepada
mereka . Dan jika ada sedekah maka Nabi saw mengirimkan semuanya kepada
para ahli Suffa karena Nabi tidak makan sedekah). Dalam hatiku berkata,
"Kalau aku panggil mereka dan mereka ikut minum pasti aku tak kebagian
susu, sedangkan bila tak kupanggil berarti aku
tidak taat pada Rasulullah saw, padahal taat kepada kepada Allah dan
Rasul-Nya adalah wajib dan aku ingin minum susu itu semua agar dapat
kuat."

Setelah mereka datang maka Nabi saw menyuruhku untuk memberikan
gelas itu kepada mereka terlebih dahulu secara bergantian dan mereka
semua minum susu itu sampai puas. Setelah selesai semuanya baru gelas
itu diberikan kepada Nabi saw. Kemudian Nabi saw melihat wajahku sambil
berkata, "Hai Abu Hurairah sekarang tinggal untukku dan kamu
saja." Jawabku, "Benar ya Rasulullah." Kemudian beliau menyuruhku duduk
dan minum dari sisa susu itu sampai aku merasa kenyang lalu kuberikan
kepada Rasulullah dan beliau tetap menyuruhku minum sampai aku sendiri
tidak mahu, barulah Rasulullah minum sisa susu yang masih ada.

Semoga kita dapat memperoleh pelajaran darinya.


post signature


4/28/2009

pilihlah sahabat anda...

Maka janganlah kamu bersahabat dengan orang yang jahat perangainya,iaitu orang yang tidak dapat mengawal dirinya ketika marah dan ketika dia diransang oleh hawa nafsu syahwatnya.Dan Saidina Alqamah telah menghimpunkan segala akhlak yang baik dalam wasiatnya kepada anaknya ketika dia hendak meninggal dunia sambil berkata: Wahai anakku ;Apabila kamu mahu bersahabat dengan seseorang, maka bersahabatlah dengan orang yang:

1) Apabila engkau berkhidmat kepadanya maka dia akan memelihara engkau.


2) Apabila engkau bersahabat dengannya maka akan bertambah nilai dirimu


3) Apabila engkau ditimpa kesusahan ia akan turut sama menanggung kesusahanmu


4) Apabila engkau menolong dia nescaya dia akan membalas kebaikanmu


5) Apabila dia melihat akan kebaikan daripadamu nescaya dia akan mengambil berat tentangmu


6) Apabila dia melihat pada dirimu akan kejahatan,nescaya dia menutup kejahatan itu

7) Apabila engkau berkata nescaya dia membenarkan perkataanmu


8) Apabila engkau mengusahakan akan sesuatu perkara nescaya dia menolong engkau


9) Apabila engkau berselisih dengannya pada sesuatu nescaya dia akan mengalah.




post signature


3/20/2009

Bilal bin Robah


( Sahabat, wafat pada tahun 20 H, dalam usia 60 tahun )
Mu`adzin pertama yang selalu suci


Sebagai keturunan Afrika mewarisi warna kulit hitam, rambut kerinting, dan postur tubuh yang tinggi. Khas orang Habasyah ( Ethiopia sekarang ). Bilal pada mulanya adalah budak milik Umayyah bin Kholaf, salah seorang bangsawan Makkah. Kerana keislamannya diketahui tuannya, Bilal disiksa dengan amat keras, hinggga mengundang reaksi dari Abu Bakar yang kemudian membebaskannya dengan sejumlah tebusan. Kerana tebusan ini, Bilal mendapat sebutan Maula Abu Bakar , atau orang yang dibeli untuk bebas oleh Abu Bakar, bukan untuk dijadikan budak kembali.

Muhammad bin Ibrahim at-Taimy meriwayatkan , suatu ketika Rasulullah wafat dan belum dikubur, Bilal mengumandangkan azan. Saat Bilal menyeru : Asyhadu anna Muhammmadarrasulullah…., orang-orang yang ada di masjid menangis. Tatkala Rasulullah telah dikubur, Abu Bakar berkata "Azanlah wahai Bilal". Bilal menjawab, "Kalau engkau dahulu memebebaskanku demi kepentingannmu, aku akan laksanakan, Tapi jika demi Allah, maka biarkan aku memilih kemauanku." Abu Bakar berkata "Aku membebaskanmu hanya demi Allah'. Bilal berkata," Sungguh aku tak ingin azan untuk seorang pun sepeninggalan Rasulullah ". Kata Abu Bakar, "Kalau begitu terserah pada kau".

Zurr bin Hubaisy berkisah, Yang pertama menampakkan keislaman adalah Rasulullah, kemudian Abu Bakar, Ammar dan ibunya, Shuhaib, Bilal dan Miqdad. Rasulullah dilindungi bapa saudaranya, Abu Bakar dibela sukunya, Adapun yang lain orang-orang musyrik menyiksa mereka dengan memakai baju besi dibawah terik matahari. Dari semua itu yang paling terhinakan adalah Bilal kerana paling lemah posisinya ditengah-tengah masyarakat.

Orang-orang musyrik menyerahkannya kepada anak-anak untuk diarak ramai-ramai dijalan-jalan Makkah. Ia tetap tegar dengan selalu menyatakan , Ahad…Ahad… Bilal mendapat pendidikan zuhud langsung dari Rasulullah. Suatu ketika Rasulullah datang kepada Bilal yang disisinya ada selonggok kurma. Rasulullah : "Untuk apa ini, Bilal ?" Bilal, "Ya, Rasulullah aku mengumpulkannya sedikit demi sedikit untukmu dan untuk tamu-tamu yang datang kepadamu." Rasulullah, "Apakah kamu tak mengira itu mengandung asap neraka ?" Infakkanlah, jangan takut tidak mendapat rezeki dari Pemilik Arsy."

Buraidah mengisahkan, suatu pagi Rasulullah memanggil Bilal, berkata , " Ya Bilal, dengan apa kamu mendahuluiku masuk syurga ? Aku mendengar gemerisikmu didepanku. Aku ditiap malam mendengar gemerisikmu." Jawab Bilal "Aku setiap berhadats langsung berwudhu dan sholat dua raka`at." Sabda Nabi S.A.W," Ya, dengan itu ".

Followers

[:: sembang-sembang ukhuwwah ::]


ShoutMix chat widget